Cara Bikin Surat Izin Sakit

cara bikin surat izin sakit
cara bikin surat izin sakit

Cara bikin surat izin sakit adalah hal yang perlu diketahui oleh setiap karyawan atau pelajar. Surat izin sakit diperlukan sebagai bukti jika kita sedang sakit dan tidak bisa hadir di tempat kerja atau sekolah. Berikut adalah cara bikin surat izin sakit yang perlu kamu ketahui.

Detail

1. Menghubungi atasan atau guru

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghubungi atasan atau guru untuk memberitahu bahwa kamu tidak bisa hadir karena sedang sakit. Jangan lupa untuk memberitahu kapan kamu bisa kembali hadir.

2. Buat surat izin sakit

Setelah memberitahu atasan atau guru, langkah selanjutnya adalah membuat surat izin sakit. Surat izin sakit harus berisi alasan kamu tidak bisa hadir, tanggal sakit, dan tanggal kembali hadir.

3. Tandatangan dokter

Jika kamu sakit berat, kamu bisa meminta surat keterangan sakit dari dokter. Surat keterangan sakit ini harus ditandatangan oleh dokter yang merawat kamu selama sakit.

Baca juga :  Cara Cek Pulsa 3: Mudah Dan Praktis

4. Serahkan surat izin sakit

Setelah membuat surat izin sakit, serahkan surat tersebut kepada atasan atau guru. Jangan lupa untuk membuat salinan surat izin sakit untuk arsip pribadi.

5. Jangan menyebarluaskan sakitmu

Jangan menyebarluaskan sakitmu ke orang lain. Jangan datang ke tempat kerja atau sekolah jika kamu masih sakit. Jangan juga mengirimkan pesan atau email yang berisi informasi kesehatanmu kepada rekan kerja atau teman sekolah.

6. Kembali bekerja atau belajar dengan semangat baru

Setelah sembuh, kembali bekerja atau belajar dengan semangat baru. Jangan lupa untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda atau tugas yang belum selesai.

FAQ

1. Apa saja yang harus ada dalam surat izin sakit?

Surat izin sakit harus berisi alasan kamu tidak bisa hadir, tanggal sakit, dan tanggal kembali hadir.

2. Apakah surat izin sakit harus ditandatangani oleh dokter?

Tidak harus, tetapi jika kamu sakit berat, kamu bisa meminta surat keterangan sakit dari dokter yang merawat kamu selama sakit.

3. Bagaimana jika saya tidak bisa membuat surat izin sakit?

Jika kamu tidak bisa membuat surat izin sakit sendiri, kamu bisa meminta bantuan teman atau keluarga untuk membuatkan surat izin sakit.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat surat izin sakit?

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat surat izin sakit tergantung pada kondisi kesehatanmu dan tingkat kesulitan membuat surat tersebut. Biasanya, waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 30 menit.

5. Apakah saya bisa menggunakan surat izin sakit untuk alasan lain selain sakit?

Tidak, kamu hanya boleh menggunakan surat izin sakit untuk alasan sakit saja.

6. Apakah saya harus memberikan salinan surat izin sakit ke atasan atau guru?

Ya, kamu harus memberikan salinan surat izin sakit untuk arsip pribadi.

Baca juga :  Solusi Karir Medis Kamu Di Masa Depan: Surat Lamaran Kerja Ke Rumah Sakit

7. Apakah saya boleh menyebarluaskan sakitku ke orang lain?

Tidak, jangan menyebarluaskan sakitmu ke orang lain. Jangan datang ke tempat kerja atau sekolah jika kamu masih sakit. Jangan juga mengirimkan pesan atau email yang berisi informasi kesehatanmu kepada rekan kerja atau teman sekolah.

8. Apakah saya harus mengerjakan tugas yang tertunda setelah sakit?

Ya, kamu harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda atau tugas yang belum selesai setelah sakit.

Pros

Dengan membuat surat izin sakit, kamu bisa memberitahu atasan atau guru bahwa kamu tidak bisa hadir karena sakit. Selain itu, surat izin sakit juga bisa digunakan sebagai bukti jika kamu sedang sakit.

Tips

Untuk membuat surat izin sakit, kamu bisa menggunakan template yang sudah tersedia di internet. Jangan lupa untuk menyesuaikan template tersebut dengan kebutuhanmu.

Summary

Cara bikin surat izin sakit adalah dengan menghubungi atasan atau guru, membuat surat izin sakit, menandatangani dokter jika diperlukan, memberikan surat izin sakit kepada atasan atau guru, dan kembali bekerja atau belajar dengan semangat baru. Jangan menyebarluaskan sakitmu ke orang lain dan jangan lupa untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda atau tugas yang belum selesai setelah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *